Kenapa belajar GIT Itu Wajib Sebelum Belajar Framework?

Pernahkah kamu merasa frustrasi karena kode yang kemarin berjalan lancar, tiba-tiba hari ini error total setelah kamu mencoba fitur baru? Atau mungkin kamu pernah secara tidak sengaja menghapus satu baris kode krusial dan tidak tahu cara mengembalikannya?

Banyak programmer pemula yang terburu-buru ingin langsung belajar framework mentereng seperti React, Laravel, atau Django karena terlihat "keren" dan menjanjikan pekerjaan. Tapi, ada satu fondasi yang sering dilewatkan padahal ini adalah penyelamat hidup (dan karir) kita: Version Control System (VCS), khususnya Git.

Di artikel ini, saya akan berbagi alasan jujur kenapa kamu wajib menguasai Git sebelum menyentuh satu pun baris kode di framework pilihanmu.


Apa Itu Git dan Mengapa Ini Menjadi Standar?

Secara sederhana, Git adalah "mesin waktu" untuk kodemu. Git mencatat setiap perubahan yang kamu buat pada file, sehingga kamu bisa kembali ke versi sebelumnya kapan saja jika terjadi kesalahan.

Bayangkan kamu sedang menulis novel. Tanpa Git, kamu mungkin menyimpan file seperti ini:

  • novel_final.docx
  • novel_final_banget.docx
  • novel_final_fix_banget_janji.docx

Pusing, kan? Nah, Git menghilangkan keruwetan itu. Dalam dunia pengembangan aplikasi, Git memungkinkan ribuan developer bekerja pada satu basis kode yang sama tanpa saling menimpa pekerjaan satu sama lain.


1. Menghindari "Project Hancur" Saat Eksperimen

Saat kita belajar framework, kita akan banyak melakukan eksperimen. Kadang kita mencoba menginstal package baru atau mengubah konfigurasi sistem yang sangat sensitif.

Tanpa Git, jika eksperimenmu gagal dan merusak seluruh aplikasi, kamu mungkin harus menghapus folder proyek dan mulai lagi dari nol (curhat pengalaman pribadi!). Dengan Git, kamu cukup menjalankan satu perintah sederhana untuk melakukan rollback ke kondisi saat aplikasi masih stabil.

Analoginya begini. Belajar framework tanpa Git itu seperti mendaki gunung tanpa tali pengaman. Begitu terpeleset, kamu jatuh ke bawah. Git adalah tali pengaman yang menahanmu agar tidak jatuh terlalu jauh.


2. Memahami Struktur Proyek Framework yang Kompleks

Framework modern biasanya memiliki struktur folder yang sangat banyak. Begitu kamu mengetik npm install atau composer install, ribuan file akan muncul di folder proyekmu.

Jika kamu tidak paham Git (khususnya konsep .gitignore), kamu mungkin akan mengunggah semua file "sampah" atau file konfigurasi rahasia ke server atau repositori publik. Menguasai Git membantumu memahami mana file yang merupakan bagian dari logika aplikasimu dan mana file yang hanya merupakan dependency atau hasil build.


3. Kolaborasi adalah Kunci di Dunia Kerja

Di industri profesional, tidak ada developer yang bekerja sendirian. Perusahaan besar maupun startup menggunakan Git sebagai standar kolaborasi.

Jika kamu melamar kerja dengan portofolio framework yang hebat tapi tidak tahu cara melakukan Pull Request atau menyelesaikan Merge Conflict, kamu akan dianggap sebagai beban tim. Belajar Git di awal membiasakanmu dengan alur kerja profesional:

  • Branching - Membuat fitur baru tanpa mengganggu kode utama.
  • Committing - Mendokumentasikan perubahan dengan pesan yang jelas.
  • Merging - Menggabungkan hasil kerjamu dengan tim lain.

Gambar Git branching strategy

Sumber : Shutterstock


4. Membangun Portofolio yang Transparan

Pernah mendengar GitHub, GitLab, atau Bitbucket? Itu adalah platform hosting untuk proyek berbasis Git. Saat kamu belajar framework, kamu pasti ingin menunjukkan hasil karyamu kepada calon klien atau atasan.

Alih-alih mengirim file .zip, menunjukkan profil GitHub yang aktif jauh lebih kredibel. Melalui riwayat commit (garis-garis hijau di profilmu), orang bisa melihat proses belajarmu. Mereka bisa melihat bagaimana kamu memecahkan masalah dari hari ke hari, bukan hanya hasil jadinya saja. Ini menunjukkan kedisiplinan dan cara berpikirmu sebagai developer.

Baca Juga : Cara Jitu Menulis Kode Tanpa Pusing Mikirin Server


Konsep Dasar Git yang Wajib Kamu Pahami

Sebelum kamu menginstal Git, yuk kita bedah dulu istilah-istilah "keramat" yang akan sering kamu temui.

Repository (Repo)

Ini adalah folder proyekmu yang sudah dipantau oleh Git. Di dalamnya terdapat folder tersembunyi .git yang menyimpan seluruh riwayat perubahanmu.

Commit

Anggap saja ini sebagai snapshot atau titik simpan (save point). Setiap kali kamu merasa pekerjaanmu sudah mencapai tahap tertentu, kamu melakukan commit dengan pesan singkat tentang apa yang kamu ubah.

Branch

Inilah fitur paling sakti dari Git. Kamu bisa membuat "cabang" dari kode utamamu. Misalnya, cabang utama (main) untuk kode yang sudah siap dipakai, dan cabang fitur-login untuk tempatmu bereksperimen.

Push & Pull

Push berarti mengirim kodemu dari komputer lokal ke server (seperti GitHub). Pull berarti mengambil kode terbaru yang dikerjakan temanmu dari server ke komputermu.


Cara Mulai Belajar Git Sebelum Framework

Jangan khawatir, belajar Git itu tidak sesulit belajar algoritma yang rumit. Kamu hanya perlu membiasakan diri dengan baris perintah (Command Line Interface). Berikut adalah langkah-langkah yang saya sarankan:

  1. Install Git -  Unduh dari situs resminya dan instal di komputermu.
  2. Konfigurasi Nama dan Email Agar Git tahu siapa yang melakukan perubahan.
  3. Pelajari 5 Perintah Dasar.
    • git init (Memulai project baru)
    • git add . (Menyiapkan file untuk disimpan)
    • git commit -m "pesan" (Menyimpan perubahan)
    • git status (Melihat kondisi file saat ini)
    • git log (Melihat riwayat perubahan)
  4. Gunakan di Setiap Proyek Kecil

Bahkan jika kamu hanya membuat file HTML sederhana, gunakan Git!


Jangan Jadi Developer "Copy-Paste"

Belajar framework memang menyenangkan karena hasilnya langsung terlihat. Namun, tanpa pemahaman Git yang kuat, kamu hanyalah developer yang sedang "bermain api". Begitu proyekmu tumbuh besar dan kompleks, kamu akan kewalahan mengelola perubahan tanpa bantuan version control.

Git bukan hanya sekadar tool, tapi merupakan cara berpikir. Dengan menguasai Git, kamu belajar tentang keteraturan, dokumentasi, dan kerja sama tim.

Jadi, sebelum kamu mengetik perintah npx create-react-app atau php artisan new, pastikan perintah git init sudah mendarah daging di jemarimu. Percayalah, dirimu di masa depan akan sangat berterima kasih karena telah meluangkan waktu belajar Git hari ini.

 

Posting Komentar

0 Komentar