Rasakan Pengalaman Seru dan Unik di Hotel Robot Jepang

Ilustrasi Resepsionis Robot


Jepang selalu punya cara untuk bikin kita geleng-geleng kepala dengan teknologinya. Dari toilet yang bisa bernyanyi sampai mesin penjual otomatis yang menjual apa saja, inovasi mereka nggak pernah ada habisnya. Tapi, ada satu hal yang belakangan ini bikin saya penasaran banget, yaitu Hotel Robot.

Ya, kamu enggak salah baca. Di Jepang, robot bukan lagi cuma ada di film sci-fi atau pabrik otomotif. Mereka sudah jadi "karyawan" hotel yang siap menyambut tamu, membawakan koper, sampai membersihkan kamar. Namanya Henn-na Hotel (yang secara harfiah berarti "Hotel Aneh").

Penasaran gimana rasanya menginap di hotel yang minim interaksi manusia ini? saya sudah merangkum informasinya dari berbagai sumber. Mari kita bedah kecanggihannya!

1. Resepsionis yang Tidak Biasa

Bayangkan kamu masuk ke lobi hotel yang elegan, tapi bukannya disambut staf ramah dengan seragam rapi, kamu justru berhadapan dengan Dinosaurus Raptor bertopi resepsionis. Atau, di cabang lain, kamu mungkin bertemu dengan android cantik yang kemiripannya dengan manusia sangat luar biasa hingga sedikit "menakutkan".

Robot-robot ini bukan cuma pajangan. Mereka dibekali teknologi voice recognition dan sensor gerak. Mereka bisa menyapa dalam bahasa Jepang, Inggris, Mandarin, dan Korea. Kamu cukup melakukan check-in melalui layar sentuh di depan mereka, memindai paspor, dan voila! Kunci kamar akan keluar secara otomatis.

2. Sistem Pengenalan Wajah, Wajahmu Adalah Kuncimu

Salah satu kecanggihan yang paling saya sukai adalah sistem Face Recognition. Lupakan drama "kunci ketinggalan di dalam kamar" atau "kartu magnetik hilang". Di banyak hotel robot di Jepang, sensor di pintu kamar akan memindai wajahmu untuk membuka kunci. Selain sangat praktis, ini juga menambah lapisan keamanan yang cukup canggih. Ini benar-benar membuat kita merasa seperti agen rahasia di film Mission Impossible.

Baca Juga : Prediksi Inovasi Teknologi Terbaru di Tahun 2026

3. Asisten Pribadi di Setiap Sudut

Kecanggihan robotik ini tidak berhenti di lobi. Di dalam kamar, kamu biasanya akan ditemani oleh robot asisten kecil bernama Churi. Dia mungil, imut, dan diletakkan di nakas samping tempat tidur.

Apa tugasnya? Banyak! Kamu bisa menyuruhnya untuk melakukan hal-hal berikut ini :

  • Menyalakan atau mematikan lampu.
  • Mengatur suhu AC.
  • Memberikan informasi ramalan cuaca.
  • Bahkan menyanyikan lagu kalau kamu merasa kesepian (meskipun suaranya agak robotik, ya!).

Meskipun terlihat seperti mainan, Churi terhubung dengan sistem Internet of Things (IoT) di seluruh kamar, menjadikan pengalaman menginap jauh lebih efisien.

4. Staf Logistik Tanpa Lelah

Lalu, bagaimana dengan barang bawaan? Di beberapa hotel seperti Henn-na, ada robot berbentuk lengan mekanik besar yang bekerja di ruang penyimpanan bagasi. Lengan ini secara presisi mengambil koper tamu dan menaruhnya di loker-loker khusus.

Bahkan, ada robot pembawa barang (Porter Robot) yang bisa mengantarkan koper langsung ke depan pintumu. Robot ini menggunakan sensor laser untuk menghindari tabrakan dengan tamu lain di lorong. Tanpa perlu diberi tip, tanpa perlu basa-basi, mereka bekerja 24 jam sehari dengan akurasi tinggi.

5. Kebersihan yang "Robotik"

Di masa pandemi beberapa tahun lalu, hotel robot mendapatkan momentum besar karena konsep low-touch atau minim kontak. Selain robot pelayan, Jepang juga mengerahkan robot pembersih lantai otomatis dan robot yang menggunakan sinar UV-C untuk mensterilkan kamar dari virus dan bakteri.

Bahkan di kolam renang atau area publik, robot pembersih bekerja secara mandiri tanpa mengganggu kenyamanan tamu. Efisiensi ini memungkinkan hotel menekan biaya operasional, yang ujung-ujungnya membuat harga kamar jadi lebih terjangkau bagi kita para pelancong.


Mengapa Jepang Melakukan Ini?

Mungkin kamu bertanya, "Kenapa sih harus pakai robot? Bukannya layanan manusia lebih hangat?"

Jawabannya adalah kombinasi antara kebutuhan dan budaya. Jepang sedang menghadapi krisis tenaga kerja karena populasi yang menua. Robot adalah solusi praktis untuk mengisi kekurangan staf. Selain itu, masyarakat Jepang punya kecintaan mendalam pada otomasi dan efisiensi. Bagi mereka, teknologi bukan penghalang kehangatan, melainkan alat untuk memberikan layanan yang konsisten dan cepat.

Baca Juga : Mengintip Sekolah Humanoid Pertama di Beijing

Apakah Ada Kekurangannya?

Jujur saja, tidak semuanya sempurna. Menginap di hotel robot terkadang terasa sedikit "dingin" bagi mereka yang mendambakan interaksi manusia yang tulus. Ada kalanya robot gagal menangkap aksen bicara kita, atau sistem mengalami glitch yang mengharuskan kita tetap memanggil staf manusia melalui telepon darurat.

Namun, bukankah itu bagian dari petualangannya? Kita menginap di sini bukan cuma cari tempat tidur, tapi cari pengalaman unik untuk diceritakan, bukan?


Layakkah Dicoba?

Sangat layak! Menginap di hotel robot di Jepang bukan sekadar tren sesaat. Ini adalah jendela menuju masa depan industri perhotelan global. Meskipun terasa aneh pada awalnya, kamu akan segera terbiasa dengan kemudahan yang ditawarkan.

Jika kamu berencana ke Tokyo, Osaka, atau Fukuoka dalam waktu dekat, coba sempatkan semalam saja untuk menginap di sini. Kapan lagi kamu bisa di-check-in-kan oleh dinosaurus dan dibangunkan oleh robot imut?

Jadi, gimana menurut kalian? Apakah kalian lebih suka dilayani manusia yang ramah atau robot yang super canggih? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya! infoxx

Posting Komentar

0 Komentar